Shalat Menggunakan Bahasa Jawa di Probolinggo
Jumat, 11 Maret 2016
Berlangganan

Shalat Menggunakan Bahasa Jawa di Probolinggo


Wartaharian, Probolinggo– FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyatakan Aliran Suci melakukan shalat wajib menggunakan Bahasa Jawa, menyimpang ajaran agama Islam.

Kesimpulan ini diambil setelah pertemuan antara penganut Aliran Suci yang diwakili Suratman dan FKUB di Kantor Kejaksaan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

FKUB yang terdiri dari unsur Kejaksaan, Kesbanglinmas, dan MUI sebelum mengambil kesimpulan mempersilakan Suratman yang sudah memiliki belasan pengikut untuk mempraktekkan shalat menggunakan Bahasa Jawa dan menjelaskan alasannya. Suratman berdalih menggunakan Bahasa Jawa dalam beribadah untuk memudahkan shalat.

Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Sihabudin Sholeh menjelaskan, sesuai tuntunan agama shalat harus menggunakan Bahasa Arab. “Setelah dilakukan kajian disimpulkan aliran tersebut meyimpang,” ujarnya.
Ke depan Suratman yang sudah memiliki 18 penganut ini diharapkan untuk melakukan shalat sesuai dengan syariat islam dan tidak menyebarkan ajarannya.

Dalam kaitan ini pihak Muspika Kabupaten Probolinggo akan terus memantau rumah Suratman di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, agar tidak terjadi gesekan antarumat beragama.

Permasalahan ini terungkap pertama kali dari laporan masyarakat Sumberkare yang mengetahui ada Aliran Suci yang melaksanakan salat wajib menggunakan Bahasa Jawa. Kemudian atas laporan tersebut FKUB menggelar rapat koordinasi untuk menyelesaikan masalah ini.

wartaharian.co, 11-03-2016