Sakit Mata Setelah Selesai Melihat Gerhana Matahari, Masyarakat Mukomuko - Bengkulu
Rabu, 09 Maret 2016
Berlangganan

Sakit Mata Setelah Selesai Melihat Gerhana Matahari, Masyarakat Mukomuko - Bengkulu


Wartaharian - Beberapa Masyarakat di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ngeluh sakit mata selesai melihat Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu (9/3/2016) pagi.

"Mata sebelah kiri saya kabur karena melihat gerhana matahari," kata salah satu warga Satuan Pemukiman (SP) VII Kecamatan XIV Koto, Nurmalasari di Mukomuko.

Ratusan masyarakat di daerah itu menonton GMT di dalam dan halaman belakang kantor Bupati setempat.

Sementara itu, Nurmalasari mengalami sakit mata karena tidak memakai kacamata saat menonton gerhana matahari dari lantai satu gedung Kantor Bupati setempat. Ia mengaku, tidak mendapat pembagian kacamata dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Saya tadi saalat kusuf di masjid. Sampai di sini (Kantor Bupati) kacamata sudah habis dibagikan," ujarnya.
Kepala BMKG Provinsi Sumatera Barat Rahmat Triyono menyatakan, tidak mengizinkan warga menonton gerhana matahari tanpa menggunakan kacamata khusus melihat gerhana matahari. Ia mengatakan, warga diperbolehkan tidak menggunakan kacamata saat gerhana matahari total.

Ia menyatakan sinar matahari di Kabupaten Mukomuko 100 persen tertutup bulan sehingga membuat sebagian besar wilayah itu menjadi gelap total.

"Wilayah Mukomuko menjadi gelap selama 1 menit 43 detik karena 100 sinar matahari di daerah ini tertutup bulan," ujarnya
.
Ia mengatakan, pada awal mula gerhana matahari total cuaca di Mukomuko sedikit mendung di arah timur yang menjadi target pengamatan GMT.

Walaupun sedikit mendung di arah timur Mukomuko, tetapi tetap bisa menikmati proses GMT di daerah yang berjarak sejauh 275 kilometer sebelah utara Kota Bengkulu.