Mitos Gerhana Matahari Total (GMT) di Seluruh Dunia Tahun 2016
Rabu, 09 Maret 2016
Berlangganan

Mitos Gerhana Matahari Total (GMT) di Seluruh Dunia Tahun 2016


Wartaharian - Fenomena Gerhana Matahari Total selalu menimbulkan polemik di Masyarakat. Sebagian masyarakat menghubungkan dengan sesuatu yang baik, meskipun mayoritas masyarakat meyakini peristiwa ini sebagai pertanda ada hal buruk yang akan terjadi.

Seperti kata Direktur Griffith Observatory di Los Angeles, California E.C. Krupp, matahari telah lama menjadi sumber cahaya dan pusat kehidupan makhluk hidup di Bumi, termasuk bagi manusia. Orang-orang bergantung pada pergerakan dari Matahari dan Bulan, karena itulah ada kepercayaan besar terhadap keadidayaan kedua benda langit tersebut.

Ketika ilmu pengetahuan manusia masih primitif, mitos-mitos dipakai untuk menjelaskan fenomena alam. Demikian lah yang terjadi pada fenomena Gerhana Matahari, yang hingga kini masih diyakini oleh beberapa kelompok tradisional.

Berikut Wartaharian merangkum beberapa mitos terkait Gerhana Matahari Total dari seluruh penjuru dunia.
Negara-negara di Asia, seperti China meyakini bahwa gerhana disebabkan oleh makhluk mistis Naga yang melahap matahari. Fenomena itu dianggap sebagai pertanda buruk, sehingga mereka membuat bunyi-bunyian yang bising selama gerhana untuk menakut-nakuti si naga.

Lain lagi di Vietnam yang percaya bahwa matahari bukan dimakan oleh Naga, melainkan oleh Kodok atau Katak. Sementara masyarakat Korea mengatakan gerhana terjadi karena anjing api mencoba mencuri matahari.

“Raja langit memerintahkan makhluk mistis itu untuk menangkap matahari yang panas, terkadang juga menangkap bulan yang dingin. Anjing-anjing itu seringnya gagal, namun ketika mereka berhasil menggigitnya, terjadilah apa yang kita kenal dengan gerhana,” terang Krupp, sebagaimana dikutip dari National Geographic, Rabu (9/3/2016).