Toriq Tewas Dikeroyok, Gara-Gara Buang Air Kecil
Selasa, 23 Februari 2016
Berlangganan

Toriq Tewas Dikeroyok, Gara-Gara Buang Air Kecil



Seorang pemuda di Demak, Jawa Tengah, tewas mengenaskan akibat dikeroyok sekelompok orang. Diduga pengeroyokan itu hanya gara-gara korban buang air di dekat tempat pelaku.
Peristiwa itu bermula saat korban, Muhamad Toriqodin (23), warga Desa Gebanganom Lor, RT 02/05, Kecamatan Bonang, Demak, bersama teman-temannya mengendarai sepeda motor di Alun-Alun Demak, pada Rabu 17 Februari 2016 sekira pukul 00.30 WIB.
"Korban lalu datang sendiri dan memamerkan celana dalam ke arah kami. Korban juga kencing di depan kami, jaraknya sekira delapan meter. Dia kencing dan menghadap kami," ujar seorang pelaku, Safaul Anam (20) saat gelar perkara di Mapolres Demak.
Safaul bersama tiga rekannya terpancing emosi hingga langsung mendatangi korban. Bogem mentah pun langsung mendarat di tubuh korban hingga bertubi-tubi. Bahkan, pelaku juga mengeluarkan ikat pinggang untuk disabetkan ke tubuh korban.
"Kami berempat lalu menghajar dia beramai-ramai. Kami pukul, tending, dan juga hantam dengan sabuk. Setelah korban terkapar, kami lalu membubarkan diri," ucapnya.
Kapolres Demak Ajun Komisaris Besar Polisi Heru Sutopo menjelaskan, rekan-rekan korban tak berani memberikan pertolongan selama pengeroyokan berlangsung. Setelah korban jatuh tersungkur dan pelaku meninggalkan lokasi, mereka baru berani mendekat untuk membawa korban pulang.
"Kepala korban ditendang, dipukul, dan menghantam dinding tembok Kantor Kejaksaan. Korban ini tewas karena mengalami pendarahan serius di kepala bagian belakang," tuturnya.
Nahas, nyawa korban tak dapat diselamatkan karena menderita luka serius di kepala. Bagian kepala belakangnya terus mengucurkan darah hingga korban mengembuskan napas terakhir.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tiga pelaku yakni Safaul Anam (20) dan Syafik Fadholi (20), keduanya warga Desa Weding RT 02/06, Kecamatan Bonang, serta M Mukhlis Mubarok (19), warga Desa Wonosalam, RT 05/03, Kecamatan Wonosalam, harus mendekam di sel tahanan Mapolres Demak. PolisI saat ini juga masih mengejar satu pelaku yang sudah diketahui identitasnya.
"Mereka kami kenai sanksi pengeroyokan yang mengakibatkan meninggal dunia yakni Pasal Primer 338 dan atau 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup," kata Kasatreskrim Polres Demak, AKP Philips Samosir.