Ternyata Dulunya Tukang Batu Akik, Juru Masak di Kapal Bakamla.
Minggu, 21 Februari 2016
Berlangganan

Ternyata Dulunya Tukang Batu Akik, Juru Masak di Kapal Bakamla.



Senyum malu-malu sering muncul dari sosok kurus itu. Namun gerak-geriknya cekatan saat berhadapan dengan penggorengan dan wajan.

Adalah Andi Prasetyo Wahyudi. Pria lajang berusia 26 tahun itu merupakan juru masak di Kapal Negara (KN) 4801 Bintang Laut milik Badan Keamanan Laut (Bakamla). Di atas kapal Bakamla, Andi mendapatkan pangkat yaitu Sertu Maritim.

Tugasnya yang menyiapkan makanan selama 3 kali sehari di kapal tersebut telah dilakoninya selama 5 bulan belakangan. Keahlian memasak diakuinya didapat dari belajar.



"Lima bulan berjalan di sini. Kalau dulunya pernah jadi TKI juga di Malaysia," ucap pria yang karib disapa Andi itu saat berbincang dengan detikcom di atas kapal beberapa waktu lalu.

Namun siapa sangka, ternyata Andi pernah berjualan batu akik saat merantau di Batam. Kedekatannya dengan anggota Bakamla yang akhirnya mengubah nasibnya.

"Dulunya anggota KN Bintang Laut sering belanja-belanja ke tempat saya, sering beli batu akik. Kebetulan di KN Bintang Laut ini butuh pekerja untuk masak, terus saya dapat tawaran," kata Andi.

"Dulu kan nyari kerja terus pas ramainya batu akik ya saya ikutan jualan sama teman," imbuh Andi.

Singkat cerita, Andi pun akhirnya menjadi juru masak di atas kapal. Dia pun berkisah tentang suka dukanya bekerja di atas kapal.

"Berkat bantuan beliau-beliau, saya bisa di sini. Sukanya bisa kekeluargaan sama anggota kapal, bisa ke sana ke sini. Dukanya sih jauh dari keluarga pasti, keduanya kalau pas lagi ombak," seloroh Andi.

Andi merasa kedisiplinan yang didapatnya dengan bekerja di kapal sangat membantunya. Meski pun kapal Bakamla tidak diisi 100 persen orang militer tapi sebagian besar merupakan anggota TNI AL.

Andi pun berharap ke depan dapat segera diangkat menjadi PNS. Anak sulung dari 3 bersaudara itu kini bersyukur lantaran dapat membantu keluarga.

"Cepat jadi PNS," singkat Andi sembari tersenyum saat ditanya harapannya ke depan.