Risma Siap Mati-Matian Dukung Suramadu
Selasa, 16 Februari 2016
Berlangganan

Risma Siap Mati-Matian Dukung Suramadu


Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya terpilih) berkomitmen penuh untuk melindungi warga Surabaya Madura (Suramadu). Risma menjamin proyek pengembangan kawasan kaki Jembatan Suramadu, tak bakal menggusur warga setempat.   
Warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut, kata Risma, tetap menikmati dampak pembangunan. Rumah-rumah mereka tidak akan dibebaskan untuk membangun kota mandiri.
Risma menyebut fokus utama pengembangan kaki Suramadu adalah keberpihakan pembangunan pada masyarakat lokal.
Dia pun berhati-hati untuk mengungkapkan rencana pembangunan di kawasan tersebut. "Sekarang yang penting warga tidak diusir. Biar tenang mereka. Mereka bisa menyertifikatkan tanah," ujar Risma,  Senin (15/2). 
Risma lantas menceritakan saat dirinya menjadi kepala seksi tata ruang dan tata guna tanah. Kala itu, ada beberapa warga yang datang untuk mengadu. Warga yang tinggal di sekitar Kenjeran tersebut bercerita soal tanahnya yang tidak bisa disertifikatkan.
Padahal, orang itu sudah datang ke kantor BPN Surabaya dan Kanwil BPN Jatim. "Ternyata pada saat itu sudah ada keppres tentang pengembangan Suramadu di tangan PT Dhipa Madura Pradana. Luasnya sampai 250 hektare," ungkap dia.
Gara-gara ada penetapan tersebut, warga tidak bisa meningkatkan status alas hak tanahnya. Kondisi itu terus berlanjut sampai Suramadu diresmikan pada Juni 2009 dan diiringi dengan pembentukan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS). Warga belum bisa memenuhi hak tersebut. Apalagi, BPWS juga punya perencanaan kota mandiri di kawasan seluas 600 hektare yang mereka kelola sesuai Perpres 27/2008. Meski, akhirnya saat ini tinggal 250 hektare.
Risma menuturkan, masyarakat cukup dirugikan dalam penetapan tersebut. Sebab, hak mereka untuk menyertifikatkan tanah seolah dikebiri. Padahal, dengan alas hak berupa sertifikat, mereka punya harga lebih tinggi. "Saya sampaikan pula kepada Pak Menseskab (Pramono Anung, Red), ini penjajahan model baru. Karena ini by design. Mereka pun setuju dengan kami," ujarnya.