Tim Transisi Kemenpora : Mafia Sepak Bola La Nyalla Mattalitti Tamat
Jumat, 22 Januari 2016
Berlangganan

Tim Transisi Kemenpora : Mafia Sepak Bola La Nyalla Mattalitti Tamat


WARTAHARIAN.CO– Tim Transisi bentukan Kemenpora optimistis bisa menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dengan agenda pemilihan ketua umum.

Saat ini sudah ada desakan dari klub-klub agar KLB dipercepat supaya sepak bola Indonesia kembali berjalan normal.

Anggota Tim Transisi Djoko Susilo menegaskan, pihaknya sudah mendapat laporan bahwa banyak klub di Tanah Air menginginkan KLB untuk mencari sosok Ketua Umum PSSI pengganti La Nyalla Mattalitti.

Menurut Djoko, sejumlah klub besar yang lantang menyuarakan KLB antara lain PSIS Semarang, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya.
“Kami akan menggelar KLB untuk merombak PSSI,” ujar Djoko. “Sekarang ada PSIS, Persib, dan Persebaya yang menginginkan perubahan.”
“Akhir-akhir ini, bahkan PSIS cukup bersemangat. Kalau punya semangat reformasi, kami akan memfasilitasi KLB,” kata Djoko Susilo saat dihubungi wartawan, Rabu (13/1/2016).
Mantan Dubes RI di Swiss itu mengemukakan, selain tiga klub tersebut, ada sekitar 470 anggota PSSI yang tersebar di daerah mengharapkan kongres serupa.

Tim Transisi mendapat informasi itu tatkala menyerap aspirasi di kalangan bawah. Hanya saja, mereka belum bisa bergerak karena belum ada pentolannya.
“Kalau menurut saya, PSIS bisa menjadi pioner,” katanya.

“Itu nanti pasti akan diikuti klub-klub di daerah karena sudah 470 anggota meminta digelar KLB,” tegas Djoko. Djoko menambahkan, PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti harus diganti karena tak berkompeten menjalankan roda organisasi.

Menurut Djoko, mayoritas personel yang menjadi pengurus PSSI saat ini merupakan rezim lama yang sarat dengan mafia bola.

“Kalau bisa dibilang, 70 persen pengurus tidak bermutu,” tuturnya.

“Mereka harus dirombak lewat KLB,” kata Djoko.

“Dan, lebih baik La Nyalla mundur teratur demi sepak bola Indonesia.” “Yang jelas La Nyalla sudah tidak diberi kesempatan dan dia sudah tamat di PSSI,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan KLB, pihaknya juga masih menunggu Kongres FIFA yang akan digelar 26 Februari 2016.

Langkah itu dilakukan karena Pemerintah Indonesia, baik melalui Tim Transisi maupun Tim Kecil bentukan Presiden Jokowi, terus berkoordinasi dengan FIFA untuk meminta arahan.
“Kalau melihat waktunya, kira-kira KLB akan dilakukan satu bulan atau satu setengah bulan lagi,” katanya.

Djoko menambahkan, “Kami optimistis pengurus hasil KLB nanti akan benar-benar berkualitas. Beda dengan KLB rezim La Nyalla, saat itu KLB penuh manipulasi.”

sumber: tribunnews.com