Perwira TNI Memarahi Polisi Yang Sebut TNI Penakut Sama Teroris Thamrin
Jumat, 22 Januari 2016
Berlangganan

Perwira TNI Memarahi Polisi Yang Sebut TNI Penakut Sama Teroris Thamrin

Anggota Polres Tana Toraja dihukum gara-gara status di Facebook. ©2016 merdeka.com/istimewa
WARTAHARIAN.CO – Bripda Adrianto, anggota Sabhara Polres Toraja, Sulawesi Selatan, bikin malu instansi kepolisian. Sebab, dalam akun media Facebooknya dia telah mendiskreditkan institusi TNI, terkait penanganan teroris di Jalan Thamrin Jakarta beberapa waktu lalu.

Akibat ulah anak buahnya tersebut, Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Gatot Edy Pramono minta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam VII/Wirabuana di Makodam VII/Wirabuana di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu, (20/1/16).

“Ini sudah clear. Kami sudah bertemu jajaran Kodim setempat dan menyampaikan permasalahannya dan itu dipahami. Saya sudah sampaikan permohonan maaf atas ulah anak buah saya,” kata Kapolres Toraja, AKBP Arief Satriyo yang dikonfirmasi via ponselnya, Rabu, (20/1/16).
Arief mengatakan, pihaknya juga sudah melaporkan ke pimpinan di Polda Sulsel. “Bapak Wakapolda juga sudah minta maaf dalam Rapim Kodam tadi pagi,” katanya.
Tambahnya, tindakan anak buahnya itu karena ketidaktahuan, ketidakpahaman akan efeknya ke depan dari ungkapan di media sosial itu. Bripda Adrianto baru lulus tahun kemarin.

Dalam Rapim itu sendiri dihadiri unsur-unsur pimpinan TNI se regional Sulawesi yang masuk wilayah hukum Kodam VII. Rapim ini adalah Rapim hari ketiga atau hari terakhir untuk membahas berbagai aspek khususnya masalah peran TNI di tengah masyarakat karena dalam rapim ini juga dihadiri unsur-unsur pemerintahan dan Kepolisian se Sulawesi.

Diketahui, sebelumnya Bripda Adrianto, anggota Polres Toraja yang bertugas di satuan Sabhara ini menulis status di akun facebooknya, Jumat, (15/1/16). Status yang dipostingnya itu bernada mendiskreditkan TNI terkait ledakan bom di jl Thamrin beberapa waktu lalu. Disebutnya TNI bersembunyi di belakang polisi saat ledakan bom.


sumber: merdeka.com