DPR akan Uji Kelayakan Calon Anggota Ombudsman RI Selasa Pekan Depan
Jumat, 22 Januari 2016
Berlangganan

DPR akan Uji Kelayakan Calon Anggota Ombudsman RI Selasa Pekan Depan

Anggota Pansel Komisioner ORI. (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
WARTAHARIAN.CO - Jakarta, Presiden Joko Widodo meminta DPR memilih 9 dari 18 nama calon anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Komisi II akan melakukan fit and proper test kepada calon anggota ORI Selasa (26/1) pekan depan.

Menurut Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman, Komisi II telah menggelar rapat internal. Hasilnya adalah penentuan jadwal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk 18 calon anggota ombudsman.

"Dilanjutkan fit and proper tes hari Selasa
karena presiden sudah menjawab surat yang kita sampaikan," ungkap Rambe saat dihubungi, Kamis (21/1/2016) malam.

Jadwal fit and proper test direncanakan akan berlangsung hingga Kamis atau Jumat pekan depan. Dalam suratnya kepada Presiden Joko Widodo melalui Mensesneg Pratikno, Komisi II menyampaikan sejumlah masukan terkait pemilihan anggota ORI.

"Pendapat Komisi II terkait adanya dugaan pelanggaran etika anggota Pansel ORI diterima dengan baik oleh presiden. Usulan DPR menjadi bahan pertimbangan Presiden dan orang tersebut ke depan tidak akan dipakai lagi untuk pansel," ujar Rambe.

Mengenai adanya sejumlah calon anggota ombudsman yang dinilai tidak memenuhi syarat, Komisi II akan memprosesnya melalui fit and proper test yang dilakukan itu. Sejumlah penggiat anti korupsi sebelumnya menyatakan ada 3 calon anggota ombudsman yang tidak direkomendasikan karena memiliki track record buruk.

"Itu kan sudah dilimpahkan. Silahkan dari nama 18 itu, dari masalah-masalah yang disampaikan ke komisi II, silakan komisi ii menentukan pilihannya. Jadi kita jangan buat opini, nanti orang males fit n proper," kata politisi Golkar tersebut.

Presiden Jokowi sudah menerima 18 nama calon anggota ORI dari pansel dan juga telah menyerahkannya kepada DPR. Dari 18 nama yang lolos seleksi, di antaranya ada kriminolog Adrianus Meliala, mantan anggota DPR Alvin Lie dan mantan anggota DPD Laode Ida.

Ke-18 nama calon anggota ORI yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan adalah sebagai berikut:

1.  Adhar Hakim, S.H., M.H
2.  Adrianus Eliasta Meliala
3.  Ahmad Alamsyah Saragih
4.  Ahmad Su'adi, M.Hum
5.  Alvin Lie Ling Piao
6.  Amzulian Rifai, Prof., S.H., LL.M., Ph.D
7.  Anung Didik Budi Karyadi
8.  Dadan Suparjo Suharmanwijaya
9.  Djuni Thamrin, Ir., M.Sc, Ph.D
10. Gunarto., H., Drs., M.M.
11. Helda Ritta Tirajoh, S.H
12. Hendra Nurtjahjo
13. Idham Ibty
14. Laode Ida
15. Lely Pelitasari Soebekty
16. Ninik Rahayu, Hj., S.H., M.S
17. Rohani Budi Prihatin
18. Sudarto, S.Ag., M.A

Jubir Presiden Johan Budi sebelumnya menyatakan bahwa Jokowi meminta agar DPR segera memilih 9 nama dari 18 calon anggota ombudsman. Nama-nama calon anggota ORI sudah cukup lama diserahkan presiden namun DPR belum juga melakukan proses pemilihan.

"Terkait dengan hasil seleksi Pansel ORI saat ini Presiden meminta kepada anggota DPR untuk memilih 9 dari 18 calon yg sudah diajukan. Hal ini sesuai dengan UU No 37 tahun 2008 tentang ORI di mana disebutkan bahwa DPR wajib memilih," terang Johan Budi di Istana Negara, Kamis (21/1).

Sumber : detik.com